Meramu Peluang Usaha Hingga Berbisnis Roti - berandaagung

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Saturday, August 19, 2017

Meramu Peluang Usaha Hingga Berbisnis Roti

Berwirausaha atau melibatkan diri dalam kegiatan usaha telah banyak digandrungi oleh anak muda saat ini, seperti berjualan produk dari penyalur, membangun gerai atau warung, bahkan memproduksi produk dengan merek sendiri.

Yuliarti Ardin, sebagai seorang mahasiswa, ternyata juga memiliki banyak pengalaman bergelut dalam kegiatan usaha, hingga saat ini memutuskan untuk berbisnis usaha roti yang diteknuis sudah selama dua tahun terakhir.

Yuliarti Ardin menyampaikan banyak pengalaman dari kegiatan usaha, yang akhirnya ada peluang untuk membangun bisnis roti dalam skala industri rumahan. “Sebelumnya memang sudah sering jalankan usaha, dan banyak belajar mulai dari jualan pulsa, produk kosmetik, sampai membuat kripik pisang dan kue brownis”, ungkapnya. Kamis (10/8/2017)

Ia menceritakan usaha awalnya sekedar ikut menjualkan roti yang diproduksi oleh usaha milik temannya, di samping itu ada kerjasama yang dilakukan melalui bagi hasil keuntungan penjualan. Penjualannya awalnya pun hanya beberapa bungkus roti saja yang dititipkan ke kantin, warnet, kios dan sebagainya.

“Lama-kelamaan ternyata hasil keuntungan dari penjualan roti lumayan baguslah. Melihat peluang itu jadinya mulai mencoba juga untuk memproduksi sendiri, dengan bantuan modal awal yang diberikan dari orang tua”, ujarnya.

Adapun kendala awal yang dialami, yaitu masalah teknis produksi. Namun hal itu tidak menjadi hambatan dengan tetap menjalankan usahanya melalui proses belajar dari tahap ke tahap untuk penyempurnaan produksi.

Yuliarti menjelaskan bahwa memilih usaha roti karena peluang dan potensinya sangat baik di pasaran di Palu, apalagi dapat mencakup ke semua kalangan usia. Berbeda dari usaha sebelumnya, kripik pisang yang memiliki keterbatasan target konsumen, ditambah biaya produksi yang memakan banyak waktu dan tenaga.

Harga jual rotinya pun masih terbilang murah, yaitu Rp. 2.000 / bungkus yang dilengkapi berbagai varian rasa antara lain coklat, coklat kacang, moka pandan, coklat pandan, coklat pisang, keju.

Sementara itu selama dua tahun usaha berjalan ternyata juga mengalami peningkatan modal dan produksi, yang awalnya sejumlah 300an kini dapat mencapai 2.000an roti per hari. Dengan modal awal sekitar 50juta, usahanya kini dapat meraup omzet hingga mencapai sekitar 40juta per bulan.

Selanjutnya mau membuat aneka jenis roti yang lebih bervarian. Hanya masih ada kendala dari tenaga kerja yang belum berkompeten dalam hal produksi. Selain itu juga ada harapannya untuk UKM di Kota Palu ini bisa terus tumbuh untuk mengurangi pengangguran. Tutupnya.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here